Hubungan antara Ilmu Ekologi dengan Ilmu Lainnya (Psikologi)

2.1. Pengertian Ekologi
Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah, atau tempat hidup dan logos yang berarti ilmu. Istilah ini diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (1869). Secara harafiah, ekologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari

hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya. Pada saat ini, ekologi berkembang sebagai ilmu yang tidak hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam. Ekologi berkembang menjadi ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem (alam), sehingga dapat menganalisis dan memberi jawaban terhadap apa yang tejadi di alam.

2.2. Pembagian Ekologi
Ekologi dapat dibagi menjadi autekologi dan sinekologi.
• Autekologi membahas sejarah hidup dan pola adaptasi individu-individu organisme terhadap lingkungan.
• Sinekologi membahas golongan atau kumplan organisme yang berasosiasi bersama senagai satu kesatuan.
Bila studi dilakukan untuk mengetahui hubungan jenis serangga dengan lingkungannya, kajian ini bersifat autekologi. Apabila studi dilakukan untuk mengetahui karakteristik lingkungan dimana serangga itu hidup, maka pendekatannya bersifat sinekologi.

2.3. Cakupan wilayah kerja ekologi
Berikut merupakan beberapa istilah yang biasanya tercakup dalam wilayah kerja ekologi.
a. Individu
Individu adalah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk makhluk.misalnya manusia, kucing dan pohon jambu.
b. Populasi
Populasi adalah kumpulan individu dari jenis yang sama dan berada dalam satu tempat di waktu tertentu, misalnya populasi Banteng di Pulau X.
c. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi yang saling berinteraksi satu sama lain yang hidup di suatu tempat bersama.
d. Ekosistem
Pada ekosistem terdapat hubungan timbal balik antara lingkungan biotik dengan abiotik, lalu membentuk suatu sistem yang dapat diketahui aliran energi dan siklus materinya.
Dilihat dari unsur-unsur penyusunnya, komponen ekosistem dapat dibedakan menjadi empat macam
• Abiotik (bahan tak hidup), yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari yang merupakan medium bagi berlangsungnya kehidupan.
• Produsen yaitu organisme autotrof yang dapat menmproduksi makanannya sendiri.
• Konsumen yaitu organisme heterotrofik yang hanya dapat memanfaatkan bahan makanan yang disediakan oleh organisme lain.
• Pengurai, (perombak atau dekomposer), yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati.
e. Biosfer
Biosfer adalah tingkat organisasi biologi terbesar yang mencakup semua kehidupan di bumi dan adanya interaksi antara lingkungan fisik secara keseluruhan.

2.4. Psikologi
Secara etimologi, psikologi berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi, psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa. Namun, istilah tersebut dianggap tidak ilmiah, sedangkan psikologi bersifat ilmiah sehingga banyak ahli mendefinisikan psikologi.
Terdapat beberapa definisi psikologi menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut:
• Menurut Wundt (dalam Devidoff, 1981) psikologi merupakan ilmu trentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajaru dalam psikologi
• Woodworth dan Marquis mendefinisikan psikologi sebagai berikut : Psychology can be defined as the science of the activities of the individual. The word “activity” is used here in very broad sense. It includes not only motor activities like seeing, hearing, remembering and thinking and emotional activities like laughing and crying, and feeling or sad. Definisi tersebut memberikan gambaran bahwa psikologi mempelajari tentang aktivitas individu. Aktivitas ini pengertiannya luas, baik aktivitas motorik, emosional maupun kognitif.
• Menurut Plotnik, psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.

2.5. Hubungan Ekologi dengan Ilmu Lainnya (Psikologi)
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang apa yang ada dan apa yang terjadi di alam. Ekologi juga mempelajari bagaimana hubungan yang ada pada alam ini, hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya ataupun makhluk hidup dengan benda mati di sekitarnya.
Sementara itu, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia itu pasti berhubungan dengan bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya, baik biotik maupun abiotik.
Melalui ekologi, psikologi dapat mengetahui bagaimana interaksi manusia pada lingkungannya. Ekologi juga mempelajari lingkungan, maka ekologi dapat mebantu pskologi dalam menganalisis bagaimana pengaruh keadaan lingkungan terhadap keadaaan psikologis seseorang atau bagaimana keadaan lingkungan mempengaruhi gaya hidup seseorang.
Secara tidak langsung, ekologi ini juga bisa membantu psikologi terutama melalui antropologi. Antropologi mempelajari tentang kebudayaan manusia dan ekologi membantu mempelajari pengaruh lingkungan terhadap kebudayaan. Kemudian, psikologi dapat menggunakannya sebagai pengembangan ilmunya.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. ____. Pertemuan I [pdf]. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Handout%20Ekologi_0.pdf. diakses pada 30 Mei 2014 jam 19:01.

Basuki, A.M.Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta:Gunadarma

Harmoni, Ati. 1994. Ilmu Alamiah Dasar [pdf]. Jakarta: Gunadarma.

Riyanti, B.P Dwi. 1996. Psikologi Umum I [pdf]. Jakarta: Gunadarma.

Sumampouw, Oksfriani. 2012. Ekologi dan Antropologi Manusia [online]. http://oksfriani82.blogspot.com/2012/10/ekologi-dan-antropologi-manusia.html. diakses pada 8 Juni 2014 jam 21:31.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s