#PINTERNET DAMPAK PENGGUNAAN INTERNET DAN SALAH SATU PENGGUNAAN INTERNET DI BIDANG PSIKOLOGI

1. Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Internet

1-11-d1

Internet sudah menjadi hal yang umum digunakan saat ini. Salah satu penggunaannya di bidang akademik adalah pada perpustakaan universitas. Adanya layanan internet di perpustakaan universitas membantu penggunanya untuk mencari informasi. Selain itu juga dapat membantu penggunanya mempermudah operasional perpustakaan itu sendiri. Seperti misalnya, perpustakaan dengan internet bisa memberi informasi buku apa saja yang tersedia dan batas masa pinjam buku. Internet yang juga tersedia dalam perpustakaan membantu mahasiswa mencari informasi akademik yang diperlukan. Berdasarkan Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi tahun 2005, mahasiswa secara umum menggunakan internet untuk mencari surat kabar, majalah, dan hal-hal lain untuk keperluan akademiknya, dan juga untuk berkirim pesan elektronik untuk mencari informasi.

Selain bermanfaat di kalangan mahasiswa khususnya di perpustakaan, internet juga memiliki dampak positif di kalangan peneliti. Penelitian terhadap sejumlah peneliti di bidang pertanian di tahun 2003 menunjukkan bahwa internet sudah banyak digunakan. Internet digunakan terutama sebagai sarana mencari informasi dan sarana komunikasi. Beberapa faktor yang mendukung digunakannya internet di kalangan peneliti adalah biaya yagn murah, kebutuhan akan informasi, informasi baru, dan motivasi untuk maju. Ada pula faktor penghambat pengguanaan internet, di antaranya adalah pengetahuan akses terbatas, butuh waktu untuk akses ke internet, dan belum menjadi prioritas. (Pancaputra, Bagus: 2003).

Namun, dibalik manfaatnya yang cukup banyak, penggunaan internet secara berlebihan pun juga memiliki dampak negatif. Penelitian terhadap 371 pengguna internet di Istanbul usia 17-36 tahun membuktikan bahwa ada hubungan antara penggunaan internet secara berlebihan dengan kemampuan menyelesaikan masalah. Penelitian tersebut menemukan bahwa pengguna internet yang beresiko kecanduan internet memiliki hasil skor lebih rendah dalam kemampuan menyelesaikan masalah dibandingkan dengan pengguna internet yang lain.

Berikut ini adalah video mengenai dampak buruk penggunaan salah satu fasilitas yang ditawarkan di internet yaitu media sosial.

2. Internet Addiction

tumblr_ml98n7Jalg1r2nwaao1_500

Pengertian internet addiction yang lain.

Internet addiction atau kecanduan internet merupakan suatu istilah yang belakangan ini mulai dikenal. Istilah ini merujuk pada kecenderungan seseorang untuk menggunakan internet secara berlebihan dan tidak bisa mengendalikan penggunaannya. Internet addiction terdiri atas tiga subtipe, yaitu terlalu banyak bermain game, berkirim surat elektronik, dan terlalu menikmati hal-hal yang berhubungan dengan seks. Semua variasi internet addiction memiliki empat komponen yang sama yakni

  • Penggunaan yang berlebihan, sering lupa waktu dan mengabaikan kebutuhan utama seperti misalnya makan.
  • Penarikan diri, termasuk perasaan marah, tertekan atau depresi ketika tidak bisa mengakses komputer.
  • Toleransi, termasuk kebutuhan akan perlengkapan komputer yang lebih baik, lebih banyak software, dan waktu untuk mengakses internet.
  • Reaksi negatif, seperti melawan, berbohong, pencapaian diri yang buruk, isolasi sosial, dan kelelahan.

Young mengkategorikan kecanduan interent mejadi lima tipe yang spesifik, yaitu:

  1. Cyber porn, kecanduan hal-hal seksual di dunia maya
  2. Kecanduan terhadap hubungan di dunia maya, seperti pertemanan yang bisa menggantikan atau merusak hubungan di dunia nyata
  3. Tindakan kompulsif terhadap aktivitas seperti judi online atau jual beli online
  4. Tindakan kompulsif pencarian informasi atau database
  5. Kecanduan game atau programming

lvl210

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah mahasiswa di Turki, mahasiswa yang menggunakan internet enam jam dalam sehari lebih menunjukkan gejala-gejala psikiatris dibandingkan mereka yang memakai internet kurang dari enam jam. Menurut Young dan Rodgers (1998), secara umum mereka yang terlalu banyak menggunakan internet menghabiskan sekitar 38,5 jam perminggu, sementara pengguna biasa hanya menggunakan sekitar 4,9 jam perminggu.

Mereka yang kecanduan internet lebih mungkin terkena depresi dibandingkan mereka yang tidak. Selain itu, pecandu internet mengalami perasaan dikritik oleh orang lain, malu, tidak nyaman dengan yang tidak bergender sama, dan bisa dengan mudah melukai perasaan orang lain. Pecandu internet juga menunjukkan lebih banyak gejala Obsessive Compulsive dibandingkan mereka yang tidak.

Pengguna internet yang berlebihan menunjukkan gejala kecemasan yang lebih tinggi. Kecemasan memainkan peran signifikan dalam kecanduan internet. Mereka yang mengalami kecemasan sosial lebih nyaman berkomunikasi via internet dibandingkan secara langsung. Mereka juga bisa dengan mudah menjalin hubungan pertemanan di dunia maya yang bisa meyebabkan masalah interpersonal di dunia nyata makin buruk. Bagi mereka yang memiliki masalah kecemasan, internet menjadi seperti tempat untuk mengatasi rasa cemas itu. Mereka berusaha lari dari masalah-masalah yang mengarah pada kecemasan dan menggantikan pikiran-pikiran negatif mereka dengan hal-hal yang menarik yang ada di internet.

Ada perbedaan pemanfaatan internet pada laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung menggunakan internet sebagai sarana hiburan, seprti misalnya bermain game. Sementara perempuan cenderung menggunakan internet sebagai tempat untuk membangun jaringan sosial dan hubungan interpersonal.

Laki-laki lebih memiliki kecenderungan untuk kecanduan internet dibandingkan perempuan. Tetapi gejala-gejala seperti depresi, sulitnya menentukan kesehatan diri, dan kebahagiaan subjektif lebih ditunjukkan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Perempuan yang memiliki kesulitan emosi memiliki resiko lebih tinggi daripada laki-laki untuk menjadi kecanduan internet pada keadaan yang sama.

anigif_enhanced-buzz-7244-1388784123-11_preview

3. Psikoterapi via Internet

Psikoterapi via internet telah secara luas digunakan sejak tahun 90-an. Psikoterapi via internet ini ada yang disebut sebagai web-based therapy dan e-therapy.

etherapy

Web-based therapy adalah terapi online dimana di dalamnya berisi kuesioner, petunjuk-petunjuk yang dibuat semenarik mungkin, dsb. Web-based therapy fokus untuk menolong diri sendiri dengan menggunakan sumber terapi untuk mengubah kondisinya. Peran dan tanggung jawab terapis terletak pada persiapan materi dan menyediakan cara-cara yang menarik dari internet. Sementara dalam e-therapy, terapis aktif terikat dalam komunikasi dan menggunakan internet sebagai pilihan saluran informasi.

Psikoterapi online ini memiliki kelebihan, misalnya bagi mereka yang memiliki kesulitan untuk mengunjungi tempat terapi yang konvensional karena mungkin keterbatasan biaya atau tempat yang agak sulit. Menguntungkan juga untuk mereka yang merasa sulit untuk mendatangi terapis karena takut dengan yang akan dipikirkan orang lain apabila orang lain tersebut mengetahui ia mengunjungi terapis.

       Tetapi ada masalah-masalah pula yang ditimbulkan dengan psikoterapi online ini. Masalah-masalah utamanya diantaranya adalah:

  • Karena klien tidak bertemu dengan terapi secara langsung, maka akan sulit bagi terapis untuk mendeteksi isyarat nonverbal yang diberikan oleh klien.
  • Masalah etika, seperti kerahasiaan identitas klien dan terapis, penanganan keadaan darurat, dan masih banyak lagi.
  • Regulasi dan hukum saat ini tidak selalu mengatasi masalah yang ada dalam terapi online seperti jaminan profesional, yurisdiksi legal, syarat lisensi lokal, dan masih banyak lagi.
  • Masalah praktis dan teknis yang menyebabkan argumen yang berhubungan dengan pelatihan kepada para terapis online.

Namun demikian, para peneliti dan praktisi terus meneliti dan mencari jalan keluar untuk masalah-masalah tersebut melihat potensi yang besar dalam psikoterapi online ini. Seperti misalnya, hubungan antara klien dan terapis hampir sama baiknya antara terapi online dan tatap muka. Untuk mengatasi masalah tidak adanya isyarat nonverbal, bisa digunakan webcam.

Psikoterapi via internet dengan menggunakan webcam

Psikoterapi via internet dengan menggunakan webcam

Beberapa terapi yang bisa diaplikasikan dalam internet diantaranya adalah

  • CBT (Cognitive-behavioral Therapy) yang merupakan terapi yang mengkombinasikan perubahan pola pikir dan isinya, kemudian diasosiasikan dengan pengulangan perilaku saat ini.
  • Psikoedikasional, terapi dengan cara menyediakan informasi dan penjelasan mengenai area masalah, perilaku, dan emosi kemudian diberi instruksi tentang bagaimana cara untuk mengubahnya.
  • Behavioral, terpai dengan cara mengubah dan membentuk suatu perilaku.

Dari tiga terapi di atas, yang terbukti paling efektif untuk dilakukan melaui internet adalah CBT. Pernyataan ini berdasarkan meta-analisis yang dilakukan dengan menggunakan 92 hasil studi mengenai efektivitas psikoterapi internet.

Sebuah penelitian dilakukan untuk membktikan efektivitas CBT untuk para penderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa program perawatan PTSD dengan menggunakan CBT via online efektif untuk mengurangi gejala-gejala PTSD, meskipun ada pula kemungkinan bahwa terapi tatap muka lebih efektif daripada terapi online. CBT melalui internet juga bisa digunakan untuk menangani orang-orang yang menderita depresi. Penelitian menunjukkan adanya perubahan yang baik pada klien yang mengalami depresi, seperti misalnya berkurangnya tingkat pikiran untuk mati atau untuk mengakjiri hidup.

 Saat ini CBT melalui internet diadministrasikan dalam dua cara yaitu, program tanpa dukungan (unsupported programs) dimana program dijalankan oleh komputer dan program dengan dukungan (supported program) dimana program ini dibimbing oleh seorang pembimbing. Efektivitas CBT melalui internet bisa sama dengan CBT tatap muka apabila terdapat pembimbing (supported programs). CBT akan lebih efektif apabila disertai dengan “sentuhan manusia”, seperti misalnya adanya telepon untuk mengingatkan klien, atau surat elektronik yang ditujukan untuk klien.


 

Referensi

(KOÇ, Mustafa. Internet Addiction and Psychopathology. (2011). TOJET: The Turkish Online Journal of Educational Technology, 10, 143-148

Barak, Azy., Hen, Liat., Boniel-Nissim, Meyran., dan Shapira, Na’ama. (2008). A Comprehensive Review and meta-Analysis of the Effectiveness of Internet-Based Psychoterapeutic Interventions. Journal of Technology in Human Services, 26,109-160.

Block, Jerald J., 2008. Issues for DSM V: Internet Addiction. ajp.psychiatryonline.org. Diakses pada 22 Oktober 2014 jam 22.37.

Ekinci, Birsen. (2014). The Relationship Between Problematic Internet Use and Problem Solving Skills Among University Students. International Journal of Mental Health and Addiction.

Hasugian, Jonner. (2005). Pemanfaatan Internet: Studi Kasus tentang Pola, Manfaat dan Tujuan Penggunaan Internet oleh Mahasiswa pada perpustakaan USU. Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, 1, 7-18.

Ivarsosson, David., Blom., Marie., Hesser, Hugo., Carlbring, Per., Enderby, Pia., Nordberg, Rebecca., dan Andersson, Gerhard. (2014). Guided Internet Delivered Cognitive Behavior Therapy for Post-Traumatic Stress Disorder: A Randomized Controlled Trial. Internet Interventions, 1, 33-40.

Pancaputra, Bagus. (2003). Pemanfaatan Interent oleh Peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Bogor. Jurnal Perpustakaan Pertanian, 12, 51-60.

Razieh, Jalalinejad., Ghasempoor, Ali., Ajdari, Zaman., dan Sadeghigooghari, Narjesskhatoon. (2012). The Relationship between Internet Addiction and Anxiety in the University Students. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, 4, 942-949

Whiteside, Ursula., Richards, Julie., Steinfeld, Bradley., Simon, Gregory., Caka, Selin., et al. (2014). Online Cognitive behavioral Therapy for Depressed Primary Care Patients: A Pilot Feasibility Project. The Permanente Journal, 18, 21-27.

Yeong Mi Ha., dan Won Ju Hwang. (2014). Gender Differences in Internet Addiction Associated with Psychological Health Indicators Among Adolescents Using a National Web-based Survey. International Journal of Mental Health Addiction.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s